Seluma, Desember 2024 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang terdiri dari Ns. Sahran, M.Kep; Ns. Agung Riyadi, S.Kep., M.Kes; Sariaman Pardosi, SKP, MPsi; Ns. Nehru Nugroho, M.Kep; dan Dino Sumaryono, SKM, MPH, telah melaksanakan kegiatan bertahap yang bertujuan memberdayakan kader kesehatan serta meningkatkan pengetahuan anak-anak sekolah dasar dalam mencegah dampak kesehatan pasca bencana banjir.

Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Seluma tanggal 1-6 September 2024 ini mengintegrasikan pendekatan edukasi partisipatif dengan metode pendampingan langsung, sehingga tercipta sinergi antara kader kesehatan, guru, dan anak-anak sekolah dasar sebagai aktor utama pencegahan dampak kesehatan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Seluma Utara mulai tanggal 1-6 Sepetember 2024, ini melibatkan 30 kader kesehatan dari berbagai desa terdampak banjir. Fokus kegiatan adalah memberikan pelatihan dan edukasi kepada kader kesehatan mengenai penanganan dini terhadap penyakit yang sering muncul pasca banjir seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan gangguan gizi pada anak.

Pentingnya Pemberdayaan Kader
Ketua tim PkM, Ns. Sahran, M.Kep, menjelaskan bahwa pemberdayaan kader kesehatan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. “Kader kesehatan merupakan ujung tombak dalam memberikan informasi dan penanganan cepat di lapangan. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, kami berharap kader-kader tersebut dapat lebih tanggap dalam mendeteksi serta menangani dampak kesehatan yang mungkin terjadi pada anak-anak pasca banjir,” ungkapnya.

Materi dan Praktik Lapangan
Kegiatan ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga dilengkapi dengan simulasi dan praktik lapangan. Para kader diajarkan cara mengenali gejala awal penyakit, teknik pemberian pertolongan pertama, hingga tata cara memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, peserta juga dibekali alat dan bahan untuk mendukung kerja mereka di lapangan, seperti poster edukasi, kit kesehatan, dan panduan praktis.

Dino Sumaryono, SKM, MPH, menambahkan bahwa pendekatan berbasis komunitas ini sangat penting untuk menjamin keberlanjutan program kesehatan pasca bencana. “Kita tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membangun jejaring kerja antar kader untuk saling mendukung,” ujarnya.

Tahapan Pelaksanaan

1. Sosialisasi Kegiatan kepada Guru dan Anak-anak Sekolah Dasar
Tahap pertama dilakukan dengan sosialisasi di sekolah-sekolah dasar yang terdampak banjir. Tim PkM memberikan pemahaman kepada para guru mengenai pentingnya mitigasi kesehatan pasca bencana. Guru diberdayakan sebagai fasilitator untuk membantu menyampaikan informasi yang sesuai dengan kapasitas anak-anak. Dalam sesi ini, anak-anak juga diperkenalkan pada konsep dasar tentang kesehatan pasca banjir, seperti cara menjaga kebersihan pribadi, sanitasi lingkungan, dan pengenalan penyakit yang sering muncul setelah banjir.

2. Pendampingan terhadap Kader dan Kelompok Anak-anak
Tahap kedua melibatkan pendampingan intensif kepada kader kesehatan dan kelompok anak-anak. Para kader diberikan pelatihan khusus untuk menjadi pendidik sebaya yang mampu menjangkau komunitas anak-anak dengan cara yang menarik dan komunikatif. Pendampingan ini mencakup simulasi edukasi berbasis aktivitas bermain, diskusi interaktif, dan penggunaan media visual, seperti poster dan video animasi, untuk menjelaskan langkah-langkah pencegahan dampak kesehatan.

3. Demonstrasi Pengetahuan oleh Kelompok Anak-anak Sekolah Dasar
Pada tahap ini, hasil pendampingan dievaluasi dengan meminta kelompok anak-anak menunjukkan pemahaman mereka melalui praktik langsung. Mereka mempresentasikan pengetahuan yang diperoleh dalam berbagai bentuk, seperti drama pendek, lomba cerdas cermat, dan pembuatan poster edukasi. Demonstrasi ini tidak hanya mengukur pemahaman mereka tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kepedulian terhadap kesehatan komunitas.

4. Pembentukan Kelompok Anak sebagai Sasaran Edukasi
Sebagai hasil akhir dari kegiatan ini, terbentuklah kelompok anak-anak sekolah dasar yang menjadi sasaran edukasi berkelanjutan. Kelompok ini diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan di lingkungannya, menyebarkan pengetahuan yang mereka miliki kepada teman sebaya maupun keluarganya.

Respons Positif dari Peserta
Salah satu kader, Siti Mariam, mengaku senang dengan adanya pelatihan ini. “Kami jadi lebih percaya diri untuk membantu masyarakat di desa kami. Apalagi, materi yang disampaikan mudah dipahami dan langsung bisa kami praktikkan,” katanya.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah Kabupaten Seluma. Camat Seluma Utara, dalam sambutannya, mengapresiasi inisiatif para akademisi ini. “Kami berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat kami. Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.

Hasil dan Dampak

Kegiatan PkM ini berhasil meningkatkan kesadaran para kader kesehatan dan anak-anak sekolah dasar tentang pentingnya mencegah dampak kesehatan pasca banjir. Salah satu guru peserta, Ibu Lina, menyampaikan apresiasinya, “Kegiatan ini sangat membantu kami, terutama dalam membekali anak-anak dengan pengetahuan yang dapat mereka gunakan di kehidupan sehari-hari, terutama di masa-masa kritis setelah bencana.”

Dengan pendekatan yang terstruktur dan berbasis partisipasi, program ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang dalam membangun komunitas yang tanggap dan tangguh terhadap bencana. Tim PkM juga berkomitmen untuk melanjutkan pendampingan melalui kegiatan lanjutan di masa mendatang.

Tags

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *