Pertolongan Pertama Pada Gigitan Anjing dan Kucing
Kasus gigitan anjing merupakan sumber penularan rabies utama yaitu sekitar 98 % yang lainnya berasal dari gigitan kucing dan kera. Penyakit rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit infeksie akut pada syaraf pusat karena virus rabies.
Penyakit ini bersifat zoonotic yaitu penyakit yang dapat ditularkan oleh hewan kepada manuasia, belum ada pengobatan yang efektif untuk menyembuhkan pasien namun penyakit ini dapat di cegah dengan penanganan sedini mungkin (Kemenkes, 2019).
Cara penularan rabies melalui gigitan dan bukan gigitan misalnya cakaran, jilatan pada luka atau kulit terbuka dan tidak bisa masuk pada kulit yang utuh. Masa inkubasi antara 30 sampai dengan 90 hari.
Tanda dan gejala rabies pada setiap tahap
- Tahap gejala awal
Gejala yang muncul pada tahapawal yaitu demam, lesu, lemah, Pada tahap awal gejala yang timbul adalah demam, lemas, lesu, nafsu makan menurun, mengalami gangguan tidur, sakit kepala hebat, sakit tenggorokan dan sering mengeluh nyeri.
- Tahap Sensoris
Pada tahap sensori penderita sering mengeluh kesemutan atau baal di lokasi gigitan, perasaan cemas dan reaksi berlebih terhadap rangsang sensorik.
- Eksitasi
Tahap ini penderita mengalami gangguan syaraf pusat , ia tampak bingung, gelisah, mengalami halusinasi, sering ketakutan dengan perubahan perilaku menjadi mudah marah dan menyerang serta timbul takut cahaya, takut air (gejala khas rabies). Tanda lain yang tampak yaitu ludah yang berlebihan sehingga dan penderita biasanya meninggal karena henti jantung dan henti napas jika sudah pada tahap ini biasanya hanya bertahan 5 – 7 hari

No responses yet