Kelurahan Lempuing, Bengkulu – Dalam rangka meningkatkan kesehatan ibu hamil dan kesejahteraan janin, Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) yang diketuai oleh Dr. Nur Elly, S.Kp, M.Kes., menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan kader melalui optimalisasi nutrisi ibu hamil dan monitoring kesejahteraan janin. Kegiatan ini menggunakan Model Edukasi Maternal Neonatal (EMN) berbasis Family Cultural, yang berlangsung di Kelurahan Lempuing.



Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, termasuk Ketua Jurusan Keperawatan Ns. Septiyanti, M.Pd., yang memberikan sambutan dan penjelasan terkait program ini. Dalam sambutannya, Ns. Septiyanti menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Wilayah Binaan yang telah dilaksanakan sebelumnya. “Kami melihat pentingnya pemberdayaan kader dalam membantu ibu hamil menjaga kesehatan mereka dan janin. Melalui edukasi ini, diharapkan para kader dapat menjadi agen perubahan di komunitas mereka masing-masing,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Kelurahan Lempuing, Guri Srihono, serta Kepala Puskesmas setempat, Jesika Lady Saputri, SST. Dalam kesempatan tersebut, Guri Srihono mengucapkan terima kasih kepada tim Pengmas atas inisiatif dan komitmen mereka dalam mendukung kesehatan ibu dan anak di wilayahnya. “Kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat kami, dan kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” kata Guri.


Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada kader kesehatan dan ibu hamil di Kelurahan Lempuing mengenai pentingnya nutrisi selama kehamilan serta teknik monitoring kesejahteraan janin. Edukasi ini disampaikan dengan pendekatan yang menghargai dan memanfaatkan nilai-nilai budaya keluarga, sehingga lebih mudah diterima dan diterapkan oleh para peserta.
Pendapat Para Kader
Para kader yang mengikuti kegiatan ini menyambut baik inisiatif dari tim Pengmas. Destiana,salah satu kader, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan mudah dipahami. “Kami tidak hanya diajarkan tentang teori nutrisi dan kesehatan, tetapi juga bagaimana cara menyampaikannya kepada ibu hamil di komunitas kami dengan cara yang tepat,” ujarnya.
Kader lainnya Tasmawati, menambahkan bahwa pelatihan ini memberinya kepercayaan diri untuk lebih aktif dalam memberikan edukasi kepada ibu hamil di lingkungannya. “Dengan pendekatan yang berfokus pada nilai-nilai budaya, saya merasa lebih mudah untuk berkomunikasi dengan para ibu hamil. Mereka jadi lebih terbuka dan menerima informasi yang kami berikan,” jelas Rahmawati.
Harapan dan Rencana Ke Depan
Dengan suksesnya kegiatan ini, tim Pengmas berharap para kader dapat terus mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan monitoring kesejahteraan janin juga diharapkan dapat dilakukan secara rutin, sehingga kesehatan ibu dan anak dapat terus dipantau dan ditingkatkan. Jesika Lady Saputri, Kepala Puskesmas Lempuing, menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat diperluas dan diimplementasikan di wilayah-wilayah lain. “Ini adalah langkah awal yang sangat baik, dan kami akan terus mendukung upaya pemberdayaan kader dan edukasi ibu hamil di komunitas kami,” tuturnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif, di mana para kader dan ibu hamil dapat berbagi pengalaman dan mendapatkan solusi atas berbagai permasalahan yang mereka hadapi. Dengan demikian, kegiatan Pengmas ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menciptakan ruang untuk kolaborasi dan dukungan sosial yang lebih kuat di antara para peserta.

No responses yet