Bengkulu, 1 November 2023 – Sebuah kolaborasi yang menggembirakan terjadi antara Ns. Andra Saferi Wijaya, M.Kep, Dosen Jurusan Keperawatan, dengan dua dosen dari Jurusan Gizi, yaitu Emi Yulianti, SKM, MPH, dan Ayu Pravita Sari, M.Gizi. Mereka berhasil memaparkan hasil penelitian penyusunan Policy Brief tentang masalah stunting, hasil kerjasama dengan BKKBN Provinsi Bengkulu. Proyek penelitian ini telah berlangsung sejak bulan Mei hingga Juli 2023, melibatkan dua kabupaten, yaitu Bengkulu Selatan dan Kepahiang.
Hasil penelitian yang sangat dinantikan tersebut dipaparkan dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Hotel Santika dan Hotel Mercure Bengkulu. Acara ini bertajuk “Diseminasi Pembelajaran Baik bersama Pentahelix, Pers, UMKM, dan Dinas Terkait,” yang menyoroti pentingnya peran berbagai pihak dalam menangani masalah stunting di wilayah tersebut





Policy Brief tentang stunting ini merupakan upaya kolaboratif yang melibatkan sejumlah stakeholder, termasuk akademisi, pemerintah daerah, media, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi landasan untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam menanggulangi stunting di wilayah Provinsi Bengkulu.
Dalam penyampaian hasil penelitian, Ns. Andra Saferi Wijaya, M.Kep, berbicara tentang implikasi keperawatan dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting, sementara Emi Yulianti, SKM, MPH, dan Ayu Pravita Sari, M.Gizi, membahas aspek gizi dan kesehatan masyarakat dalam konteks stunting. Dalam suasana yang penuh semangat, para peserta acara menerima informasi yang berharga ini dan berharap dapat bersama-sama menciptakan perubahan positif dalam penanganan stunting di Bengkulu.
Kolaborasi antara dosen Keperawatan dan dosen Gizi ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas disiplin dapat memberikan kontribusi penting dalam pemecahan masalah kesehatan yang kompleks seperti stunting. Diseminasi hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi tonggak awal untuk upaya lebih lanjut dalam menanggulangi masalah stunting di Provinsi Bengkulu.

No responses yet