Ringkasan Program Pengabmas

  • Judul Kegiatan: Pemberdayaan Kader dan Pemanfaatan Media Sosial dalam Pengendalian Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus di Kelurahan Lempuing Kota Bengkulu
  • Pelaksana: Tim Dosen Pengabmas Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Tahun Pelaksanaan: 2026
  • Lokasi Target: Kelurahan Lempuing, Kota Bengkulu

1. Latar Belakang & Urgensi

  • Tinggi Prevalensi Diabetes Melitus (DM): Penderita DM di wilayah Kelurahan Lempuing memerlukan pendampingan berkelanjutan agar kadar gula darah tetap terkontrol dan mencegah komplikasi serius.
  • Peran Kunci Kader Kesehatan: Kader Posbindu PTM / Posyandu Lansia merupakan mitra terdepan puskesmas yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Keterampilan dan pengetahuan kader perlu terus diperbarui.
  • Pemanfaatan Teknologi Digital: Hambatan edukasi konvensional (terbatas ruang dan waktu) dapat diatasi dengan memanfaatkan media sosial (seperti WhatsApp Group, Instagram, atau TikTok) sebagai media edukasi interaktif dan pengingat harian.

2. Tujuan Kegiatan

  • Tujuan Utama: Menurunkan dan mengendalikan kadar gula darah penderita DM di Kelurahan Lempuing melalui optimalisasi peran kader dan platform media sosial.
  • Tujuan Khusus:
    1. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dalam pemantauan DM serta komunikasi edukatif.
    2. Melatih kader dan penderita DM dalam memanfaatkan media sosial untuk pemantauan gaya hidup sehat.
    3. Membentuk komunitas digital pembimbingan penderita DM di tingkat kelurahan.

3. Tahapan & Bentuk Intervensi

Tahap I: Pelatihan & Capacity Building Kader

  • Edukasi Klinis: Pembekalan mengenai manajemen DM (pola makan 3J, aktivitas fisik/senam DM, dan kepatuhan minum obat).
  • Keterampilan Teknis: Pelatihan pemeriksaan kadar gula darah mandiri secara steril dan akurat.
  • Pelatihan Media Sosial: Cara membuat materi edukasi ringkas (infografis/video pendek) serta mengelola grup pendampingan online.

Tahap II: Pembentukan Komunitas & Edukasi Digital

  • Pengelompokan Warga: Kader mendampingi kelompok kecil penderita DM di lingkungan RT/RW Kelurahan Lempuing.
  • Grup Komunikasi (WhatsApp/Media Sosial):
    • Penyebaran materi edukasi harian (jadwal makan, jenis makanan yang aman, pengingat minum obat).
    • Video panduan mandiri seperti senam kaki diabetes.
    • Ruang diskusi dan konsultasi cepat penderita dengan kader/tim pengabmas.

Tahap III: Monitoring & Evaluasi (Monev)

  • Pemeriksaan Berkala: Pengukuran kadar gula darah secara berkala di Posbindu setempat untuk melihat perkembangan klinis penderita.
  • Evaluasi Kepatuhan: Menilai keaktifan penderita dalam mengikuti panduan di media sosial dan perubahan pola hidup harian.

4. Luaran (Output) & Manfaat

  • Bagi Penderita DM: Tercapainya kadar gula darah yang lebih stabil, meningkatnya kepatuhan berobat, dan gaya hidup yang lebih sehat.
  • Bagi Kader Kesehatan: Terbentuknya kader terampil, mandiri, dan mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan.
  • Bagi Masyarakat & Puskesmas: Terciptanya model pendampingan PTM (Penyakit Tidak Menular) berbasis digital yang dapat direplikasi di kelurahan lain di Kota Bengkulu.
Tags

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *