Mahasiswa program profesi Ners Poltekkes Bengkulu telah mengambil langkah proaktif dalam memperkuat peran perawatan komplementer dalam penanganan penyakit tidak menular. Dalam sebuah inisiatif yang bernilai tinggi, mereka terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberian terapi komplementer kepada keluarga yang merawat anggota keluarga dengan kondisi seperti hipertensi, atritis gout, rematik, dan pasien pasca stroke.

Terapi non farmakologi yang diberikan mencakup edukasi dan praktik perawatan keluarga yang efektif. Hal ini melibatkan peningkatan pemahaman tentang penyakit serta teknik perawatan seperti penanganan ROM (Range of Motion) pada pasien pasca stroke, yang dapat membantu dalam proses rehabilitasi.

Ns. Andra Saferi, seorang dosen pendamping yang terlibat dalam kegiatan ini, menggarisbawahi peran penting perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada keluarga sebagai bagian dari upaya rehabilitatif. Dengan memberikan pelatihan dan bimbingan, mahasiswa ners tidak hanya membantu meningkatkan kualitas perawatan bagi pasien, tetapi juga memberdayakan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit dengan lebih baik.

Inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi keluarga yang terlibat, tetapi juga memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perawatan komplementer dalam penanganan penyakit tidak menular. Diharapkan bahwa upaya kolaboratif semacam ini akan terus ditingkatkan dan diperluas untuk memberikan dampak yang lebih besar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan

Tags

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *