Memasuki Hari Ke-3, Pelatihan Preceptorship dan Mentorship Digelar Secara Luring di Gedung GTC Poltekkes Kemenkes Bengkulu
BENGKULU — Setelah sukses menyelenggarakan sesi pematerian secara daring pada hari pertama dan kedua, Pelatihan Preceptorship dan Mentorship bagi Pembimbing Klinik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Angkatan 2 memasuki rangkaian hari ke-3 yang dilaksanakan secara luring (offline). Kegiatan ini dipusatkan di Gedung GTC Lantai 5 Poltekkes Kemenkes Bengkulu pada Rabu (23/09/2026).
Ns. Erni Buston, SST, M.Kes selaku ketua jurusan keperawatan poltekkes kemenkes bengkulu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jurusan Keperawatan serta seluruh mitra fasilitas pelayanan kesehatan yang terus bersinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan keperawatan. Beliau menegaskan pentingnya penyelarasan antara teori pembelajaran akademik di kampus dengan kenyataan praktik profesional di lapangan.
“Peran preceptor dan mentor di rumah sakit maupun puskesmas sangat krusial. Bapak dan Ibu sekalian adalah ujung tombak yang membimbing, mengarahkan, sekaligus membentuk karakter dan kompetensi peserta didik agar siap menghadapi dunia kerja yang dinamis,” ujar Ns. Erni Buston, SST, M.Kes dalam pembukaannya
Sesi luring ini dirancang fokus pada kegiatan simulasi, praktik mandiri, serta microteaching bimbingan klinik. Seluruh peserta yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan, mengingat kesempatan ini menjadi ajang tatap muka langsung untuk mempraktikkan teori dan konsep bimbingan yang telah didapatkan sebelumnya.tamn

Dalam sesi ini, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok praktikum dengan pendampingan langsung dari para fasilitator dan instruktur. Materi praktik meliputi:
Poin-Poin Penting Pembelajaran dan Simulasi Role Play
Dalam pemaparannya, Dr. Evin Novianti menekankan pentingnya pergeseran paradigma bimbingan klinik agar selaras dengan kurikulum OBE. Sistem preceptorship tidak lagi sekadar memenuhi rutinitas jam praktik, melainkan berfokus pada ketercapaian kompetensi klinis mahasiswa yang terukur, terstandar, dan relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Simulasi Metode Bimbingan Klinik: Praktik penerpan teknik preceptorship dan mentorship langsung pada skenario kasus klinik.
Pemberian Feedback & Evaluasi: Latihan memberikan umpan balik secara konstruktif dan obyektif terhadap kinerja mahasiswa/peserta didik.
Roleplay Bedside Teaching: Peragaan teknik bimbingan langsung di area pelayanan untuk menguji kepekaan dan komunikasi instruksional pembimbing.
Selain penguatan materi dan simulasi, pelaksanaan pelatihan preceptorship dan mentorship ini memberikan berbagai manfaat nyata, baik bagi pembimbing, institusi pendidikan, maupun fasilitas pelayanan kesehatan, di antaranya:
- Bagi Pembimbing Klinik (Preceptor & Mentor): Meningkatkan keterampilan komunikasi instruksional, kepercayaan diri dalam membimbing, serta pemahaman mendalam mengenai teknik evaluasi dan pemberian umpan balik (feedback) yang konstruktif kepada peserta didik.
- Bagi Mahasiswa/Peserta Didik: Mendapatkan pengalaman belajar klinik yang lebih terstruktur, aman, dan kondusif, sehingga mempercepat pencapaian kompetensi klinis yang sesuai dengan standar industri kesehatan.
- Bagi Fasilitas Pelayanan Kesehatan (RS & Puskesmas): Meningkatkan mutu serta keselamatan pasien (patient safety) selama proses pembelajaran praktik berlangsung, sekaligus memperkuat standarisasi pelayanan melalui tenaga pembimbing yang kompeten.
- Bagi Institusi Pendidikan (Poltekkes Kemenkes Bengkulu): Memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan lahan praktik demi mencetak lulusan tenaga kesehatan yang siap kerja, profesional, dan berdaya saing tinggi.
Melalui kegiatan luring di hari ke-3 ini, diharapkan para peserta tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan taktis dan kepercayaan diri saat kembali bertugas membimbing mahasiswa di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing.

No responses yet