Kamis, 11 September 2025. TIM Dosen Keperawatan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertema “PENTING” (Puzzel Anti Bullying) di SDN 38 Kota Bengkulu. yang di hadiri oleh Kepala Sekolah Bapak Julian, SPd beserta Dewan Guru serta siswa-siswi. ketua pengabmas Ns. Hendri Heriyanto, M.Kep, wakil ketua kegiatan Ns. Nehru Nugroho, M.Kep.

Bullying di sekolah dasar merupakan masalah serius yang dapat memberikan dampak jangka panjang pada perkembangan anak. Anak-anak pada usia ini sedang dalam tahap perkembangan sosial dan emosional yang penting, dan interaksi mereka sering kali dipengaruhi oleh dinamika kekuasaan dan dominasi.
Anak-anak yang menjadi korban bullying sering mengalami berbagai masalah psikologis seperti kecemasan, depresi, dan gangguan stres pasca trauma. Mereka juga sering kali kehilangan rasa percaya diri dan harga diri, yang dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional dan perkembangan pribadi mereka. Dalam konteks akademis, bullying dapat mengganggu konsentrasi dan motivasi belajar anak, yang pada akhirnya berdampak negatif pada prestasi akademik mereka. Selain itu, dalam aspek sosial, anak-anak yang mengalami bullying cenderung menarik diri dari lingkungan sosial, mengalami kesulitan dalam membentuk dan mempertahankan hubungan persahabatan, serta berisiko tinggi terlibat dalam perilaku antisosial.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran guru dan kader posyandu dalam pencegahan masalah bullying di sekolah SDN 38 Kota Bengkulu. penggunaan metode pembelajaran interaktif seperti puzzle dapat menjadi alat efektif dalam sosialisasi pencegahan bullying.
Puzzle yang dirancang dengan pesan-pesan anti-bullying dapat digunakan sebagai alat pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak. Aktivitas ini tidak hanya membantu anak-anak memahami pentingnya kerjasama dan empati, tetapi juga memfasilitasi diskusi kelompok mengenai cara mencegah bullying dan menciptakan lingkungan sekolah yang positif. Dengan cara ini, pesan-pesan penting dapat disampaikan dengan cara yang mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak

Dalam kegiatan Pengabdian kepada masyarakat juga di hadiri oleh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bengkulu (POLKESLU)

Ns. Hendri Heriyanto, M.Kep juga menjelaskan dengan Melalui upaya kolaboratif yang melibatkan guru, dan penggunaan media interaktif seperti puzzle, diharapkan dapat tercipta lingkungan sekolah dasar yang lebih aman dan mendukung bagi perkembangan anak-anak. Dengan pendekatan yang komprehensif dan terstruktur, kejadian bullying di sekolah dasar dapat ditekan, memungkinkan anak-anak untuk belajar dan berkembang dalam lingkungan yang positif dan bebas dari kekerasan.

Ns. Nehru Nugroho, M.Kep. menjelaskan bahwa Metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik dan minimnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas juga memperparah bullying. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komprehensif dan kolaboratif, meliputi edukasi, pengembangan kebijakan yang tegas, penggunaan media pembelajaran interaktif dengan “PENTING”, dan peningkatan kerjasama antara pihak-pihak terkait. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menurunkan kejadian bullying di SDN 38 Kota Bengkulu.




No responses yet