Bengkulu, 8-9 September 2025 – Program pengabdian masyarakat bertajuk Pendampingan Peer Group Remaja Genting Menuju Generasi Tangguh dengan Aplikasi Sipenting telah sukses dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kota Bengkulu. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Pengabdian, Ns. Andra Saferi Wijaya, M.Kep dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu, yang menegaskan pentingnya edukasi kesehatan sejak dini untuk mencegah stunting dan mendukung peningkatan kualitas generasi muda.

Dalam sambutannya, Ns. Andra Saferi Wijaya menyampaikan bahwa pendampingan ini tidak hanya bertujuan membentuk sikap positif remaja tetapi juga mendukung program pemerintah dalam penurunan angka stunting.
“Melalui pembentukan Peer Group Remaja GENTING PIKR Sawi Kreasi dan pemanfaatan Aplikasi Sipenting, kami berharap para remaja dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya. Mereka bukan hanya penerima informasi, tetapi juga pendidik sebaya yang mampu menyampaikan pesan penting terkait gizi dan kesehatan reproduksi,” ujarnya.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa tahap utama:
1. Pelatihan Kader Remaja
Sebanyak 10 kader remaja PIKR Sawi Kreasi dipilih dan dilatih sebagai anggota peer group Genting. Pelatihan mencakup:
- Materi Stunting dan Pencegahannya oleh Ns. Andra Saferi Wijaya, M.Kep
- Materi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja oleh Ns. Mercy Nafratilova, M.Kep., Sp.Kep.An.
- Materi Anemia dan Kesehatan Reproduksi Remaja oleh Ns. Kheli Fitria Anuril, M.Kep., Sp.Kep.Mat.
Para kader juga dilatih dalam pemanfaatan Aplikasi Sipenting, teknik komunikasi efektif, dan metode edukasi sebaya. Pelatihan ini bertujuan memperkuat peran mereka sebagai fasilitator yang mampu menyampaikan informasi kesehatan dengan cara yang relevan dan mudah dipahami teman-temannya.



2. Sosialisasi Pencegahan Stunting
Setelah pelatihan, dilakukan sosialisasi kepada 40 siswa perwakilan kelas. Kegiatan ini dilaksanakan di aula sekolah dengan pemaparan interaktif dan diskusi kelompok. Para siswa diperkenalkan pada pentingnya gizi seimbang, bahaya pernikahan dini, serta risiko anemia pada remaja.



3. Pendidikan Kesehatan Berbasis Aplikasi Sipenting
Pendidikan kesehatan dilanjutkan dengan praktik penggunaan Aplikasi Sipenting. Melalui aplikasi ini, siswa dapat:
- Memantau status gizi dan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT).
- Mengakses modul edukasi tentang gizi, stunting, dan kesehatan reproduksi.
- Menggunakan fitur interaktif untuk bertanya dan berdiskusi.


Salah satu kader PIKR, Ayu, menyampaikan pengalamannya mengikuti kegiatan ini:

“Aplikasi Sipenting sangat membantu kami dalam mengukur tumbuh kembang dan memantau status gizi. Kami jadi lebih paham bagaimana cara menjaga kesehatan sejak remaja agar terhindar dari stunting,” ujar Ayu.
4. Dukungan dan Apresiasi Mitra
Kepala Sekolah Syahroni, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas kegiatan ini.
“Kami menyambut baik inisiatif Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Kegiatan ini bermanfaat besar bagi siswa kami, meningkatkan pengetahuan mereka tentang kesehatan gizi dan mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting,” ujarnya.
Dukungan SMA Negeri 1 Kota Bengkulu terlihat dari penyediaan tempat, peralatan pemaparan, dan pengaturan peserta. Kolaborasi juga diperkuat dengan pendampingan dari kader kesehatan kelurahan Lempuing dan Genre BKKBN.

5. Keberlanjutan Program
Tim pengabdian berencana melaksanakan pendampingan lanjutan kepada peer group Genting, monitoring penggunaan aplikasi Sipenting, serta evaluasi pengetahuan dan sikap siswa melalui pre–post test akhir. Hasil kegiatan juga akan didiseminasikan melalui video dokumentasi youtube chanel ners.andra , berita elektronik, dan artikel ilmiah di Jurnal PKM Pustingkia (SINTA 5).
Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun Generasi Tangguh Bebas Stunting, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana edukasi kesehatan remaja.

No responses yet